LED screen, atau layar LED, adalah sebuah perangkat display yang menggunakan dioda pemancar cahaya (light-emitting diode) sebagai sumber cahaya utama untuk menampilkan gambar dan video. Layar ini sangat populer untuk berbagai aplikasi, mulai dari acara pameran, acara konferensi, hingga layar besar untuk acara konser. Salah satu aspek terpenting yang perlu dipahami saat merencanakan instalasi layar LED adalah kebutuhan daya listriknya.
Cara Menghitung Kebutuhan Daya Listrik LED Screen
Untuk menghitung Kebutuhan Daya listrik LED Screen, Anda dapat menggunakan rumus sederhana. Penting untuk membedakan antara konsumsi daya maksimum dan rata-rata.
1. Konsumsi Daya Maksimum
Konsumsi daya maksimum adalah daya tertinggi yang bisa ditarik oleh layar saat semua piksel menyala pada kecerahan penuh (misalnya, saat menampilkan layar putih penuh). Ini adalah nilai yang paling penting untuk menentukan spesifikasi kabel, breaker, dan pasokan daya.
Rumus: Daya Maksimum (Watt) = Luas Layar (m2) × Daya Maksimum Per Meter Persegi (W/m2)
Nilai daya maksimum per meter persegi biasanya disediakan oleh produsen. Sebagai contoh, sebuah layar outdoor mungkin memiliki daya maksimum 1000 W/m², sementara layar indoor memiliki daya maksimum 800 W/m².
Baca juga : Perbedaan Led Screen Indoor dan Outdoor
2. Konsumsi Daya Rata-rata
Konsumsi daya rata-rata adalah daya yang ditarik oleh layar dalam kondisi operasional normal, saat menampilkan konten yang bervariasi. Nilai ini biasanya sekitar 50% dari daya maksimum, tergantung pada jenis konten.
Untuk memastikan keamanan dan keandalan, serta pasokan Daya Listrik LED Screen selalu gunakan nilai daya maksimum saat merencanakan instalasi listrik.
.
Cari Tahu Lebih Lanjut Tentang LED Screen? Hubungi Kami Sekarang!
Tertarik untuk memasang layar LED atau ingin konsultasi lebih lanjut tentang spesifikasi teknis dan kebutuhan listrik? Jangan ragu untuk menghubungi tim ahli kami. Kami siap memberikan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda! Konsultasi Gratis!
Sumber lainnya Wikipedia
